Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Apa Saja KPI yang Harus Dicapai Oleh Recruiter?

Shortlyst
KPI atau Key Performance Indicator adalah ukuran yang digunakan dalam perusahaan untuk mengukur performa kinerja para karyawan dalam perusahaan. Tidak terkecuali dalam hal ini adalah KPI untuk para recruiter. Tim recruiter juga memiliki beberapa KPI yang menjadi standar dalam menilai performa mereka.

Nilai KPI yang Harus Dicapai Oleh Recruiter

1. Waktu yang Diperlukan dalam Mengisi Sebuah Posisi

Indikator waktu merupakan salah satu indikator penting yang akan ada di setiap KPI para recruiter. Indikator waktu diperlukan untuk mengukur seberapa lama waktu yang diperlukan oleh suatu posisi agar dapat terisi. Dari indikator waktu ini dapat dinilai tingkat efektivitas dalam proses rekrutmen karyawan baru.

Posisi dalam suatu perusahaan tentu tidak dapat dibiarkan kosong dalam waktu yang sangat lama. Hal ini karena posisi yang kosong akan membuat pekerjaan tidak dapat berjalan dengan optimal dalam perusahaan.

Sehingga ini menjadi tugas bagi tim HR untuk segera mengisi kekosongan ini dengan membuka rekrutmen pekerja. Lama waktu sebuah posisi kosong hingga terisi kembali menjadi indikator bagus atau tidaknya tim recruiter.

Untuk bisa mempersingkat waktu yang dibutuhkan dalam mengisi posisi, tim recruiter atau tim HR harus sejak awal memproyeksi time to hire untuk sebuah posisi. Time to hire dihitung dari jumlah hari antara lamaran kandidat masuk ke perusahaan hingga perusahaan mempekerjakan kandidat itu.

Biasanya, time to hire ini akan berbeda-beda bergantung kepada jenis departemennya. Dengan mengetahui angka secara pasti akan membantu HR dalam menemukan solusi mempercepat time to hire.

2. Kesesuaian Kandidat dengan Posisi yang Ditempati

Indikator keberhasilan selanjutnya bagi tim recruiter adalah kesesuaian kandidat yang mereka pilih untuk mengisi suatu posisi dengan skill serta karakteristik kandidat tersebut. Semakin sesuai tim recruiter menempatkan kandidat di posisi yang dibutuhkan perusahaan, maka semakin baiklah nilai KPI-nya.

Memilih kandidat yang tepat untuk menempati posisi yang kosong di perusahaan tentu bukan pekerjaan mudah. Ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan oleh tim recruiter seperti profil kandidat tersebut.

3. Pelatihan yang Diselenggarakan

Salah satu tugas besar tim recruiter selain merekrut karyawan baru adalah mengadakan pelatihan untuk karyawan. Pelatihan sebenarnya tidak hanya diberikan untuk karyawan baru namun juga lama. Pelatihan bagi karyawan baru berguna untuk mempersiapkan karyawan di lingkungan perusahaan.

Dari pelatihan ini karyawan akan belajar terkait skill dan pengetahuan yang dibutuhkan dalam menjalankan pekerjaannya di perusahaan. Oleh karena itu, terselenggaranya pelatihan yang dapat mengajarkan skill yang dibutuhkan karyawan baru menjadi indikator keberhasilan tim recruiter.

Bantu Recruiter Mencapai KPI dengan Software Berbasis Kecerdasan Buatan

Salah satu cara untuk membantu tim recruiter mencapai KPI adalah dengan menggunakan bantuan software berbasis kecerdasan buatan. Shortlyst merupakan software untuk recruiter terbaik yang telah menerapkan algoritma Artificial Intelligence dalam membantu recruiter memilih kandidat terbaik.

Tools Shortlyst akan bekerja menyaring para kandidat yang sesuai dengan standar yang ditetapkan perusahaan. Tools ini dapat mengakses hingga lebih dari 600 juta profil kandidat yang ada di seluruh dunia. Profil tersebut diintegrasikan ke berbagai platform seperti WhatsApp, Slack, email dan LinkedIn.

Shortlyst nantinya akan memberikan rekomendasi berdasarkan analisis secara holistic yang dilihat dari profil para kandidat di berbagai platform.

KPI merupakan indikator yang menentukan target utama yang harus dicapai oleh tim recruiter. Dengan bantuan software berbasis kecerdasan buatan, para recruiter akan mampu mencapai KPI lebih baik karena selain dapat memilih kandidat yang tepat juga mempersingkat waktu rekrutmen.

Posting Komentar untuk "Apa Saja KPI yang Harus Dicapai Oleh Recruiter?"